NUSANTARAMERDEKA,- MOAIN – Sebagai bagian dari kegiatan nonfisik TMMD ke-128, Kodim 1511/Pulau Moa menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa-siswi SMA di Desa Moain, Kamis (07/05/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa” dan menghadirkan narasumber dari Kepala Seksi Hukum Polres Maluku Barat Daya, Iptu Klemens Anamofa.
Sosialisasi ini merupakan upaya preventif untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias dari para pelajar.
Dalam penyampaiannya, Klemens Anamofa menjelaskan secara rinci mengenai jenis-jenis narkotika, psikotropika, serta bahan adiktif lainnya beserta dampak buruk yang ditimbulkan. Ia menegaskan bahwa narkoba dapat merusak sistem saraf dan otak, mengubah perilaku, serta menimbulkan ketergantungan yang berbahaya.
Selain itu, dampak sosialnya juga sangat luas, mulai dari putus sekolah hingga tindakan kriminal. Edukasi ini diberikan agar para pelajar memahami risiko nyata dari penyalahgunaan narkoba.
Para siswa terlihat serius menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber. Kegiatan ini juga membuka ruang tanya jawab yang membuat pelajar lebih aktif dalam memahami materi.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para pelajar dapat lebih waspada dan mampu menjaga diri dari pengaruh lingkungan negatif. Edukasi semacam ini dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini.
Klemens Anamofa menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan bangsa. Ia mengingatkan bahwa dampak narkoba tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
“Narkoba merusak otak, mengubah perilaku, dan bisa menyebabkan kematian. Selain itu, dampak sosialnya sangat besar mulai dari putus sekolah hingga kriminal,” tegasnya.
Melalui kegiatan TMMD ke-128 ini, diharapkan para pelajar dapat menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan bebas dari narkoba. Sinergi antara Kodim 1511/Pulau Moa dan Polres MBD menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dini di lingkungan pendidikan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik desa, tetapi juga pada penguatan karakter dan moral generasi muda.

