Cerita Nusantara

Sosok Budi Harisantoso yang Dekat dengan Jurnalis Pacitan Beri Tausyiah

Moh Khadlel
×

Sosok Budi Harisantoso yang Dekat dengan Jurnalis Pacitan Beri Tausyiah

Sebarkan artikel ini
Ir. H. Budi Harisantoso, S.T.,M.T., Kepala Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Propinsi Kabupaten Pacitan

NUSANTARAMERDEKA,- Ir. H. Budi Harisantoso, S.T.,M.T., selain  Kepala UPT PJJ Pacitan Dinas PU Binamarga Propinsi Jawa Timur, ternyata memiliki bakat dalam berdakwah menyebarkan agama Islam di wilayah Kabupaten Pacitan. Sosok Budi Harisantoso yang begitu sederhana dan juga akrab dengan para jurnalis ini bahkan tak segan-segan memberikan pencerahan kepada para jurnalis di Kabupaten Pacitan.

Bahkan, setiap ada waktu luang, ia menyempatkan diri untuk memberikan tausiah kepada masyarakat pedesaan dan perkotaan. Seperti halnya di bulan puasa ini, disaat wartawan nusantaramerdeka.com mendatangi kantornya, Ir. H. Budi Harisantoso mengatakan, “Di bulan yang suci ini kita sebagai umat Islam yang beriman dan bertaqwa tentunya menjalankan perintah dari Allah SWT untuk melakukan ibadah puasa, sebagaimana yang telah diwajibkan kepada kita untuk mejalankan puasa.”

Lebih lanjut, dirinya juga mengambil dari Surah Al-Baqarah Ayat 183 yang menterjemahkannya dalam Bahasa Indonesia sangat fasih dan hafal meskipun bukan seorang mubaligh terkenal.

“Dalam surah Al- Baqarah ayat 183 yang artinya Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa guna mendidik jiwa, mengendalikan syahwat, dan menyadarkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu dari umat para nabi terdahulu agar kamu bertakwa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah,” urainya.

Selain itu Budi Harisantoso menerangkan apa yang sudah menjadi firman Allah tersebut, sebagai orang yang beriman tentunya diwajibkan untuk berpuasa selama bulan Ramadan.

Sementara, untuk ibadah yang diwajibkan di bulan puasa, tapi juga bisa banyak mendapatkan pahala dari ibadah Sunah yang hanya di bulan Ramadan seperti Salat Tarawih, melakukan tadarus Al-Qur’an serta menjalankan ibadah sunah lainnya.

Dalam pemberian penutupan tausiahnya ini, Budi Harisantoso menjelaskan bahwa secara syariat puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga nafsu secara batin seperti tidak melakukan hubungan suami istri saat sedang berpuasa, tidak mengurangi pahala. “Banyak yang melakukan puasa tapi tidak melakukan batin puasa,” pungkasnya.