Nusantara Sehat

Bahaya Leptospirosis Di Musim Panen Yang Harus Kita Perhatikan

Avatar
×

Bahaya Leptospirosis Di Musim Panen Yang Harus Kita Perhatikan

Sebarkan artikel ini

NUSANTARAMERDEKA.-Di musim panen yang akan datang ini berbagai penyakit mulai menyebar.Salah satu penyakit yang harus diwaspadai di musim panen ini yaitu leptospirosis.Leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut akibat bakteri Leptospira sp yang ditularkan melalui urine hewan terinfeksi, terutama tikus, anjing, dan sapi.

Manusia tertular melalui kontak langsung dengan urine hewan atau air/tanah yang terkontaminasi.
‎Berikut Gejala yang ada saat kita terpapar meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot (terutama betis), dan mata merah, serta dapat berakibat fatal (kerusakan ginjal/hati) jika tidak diobati dengan antibiotik.

‎Penyebab dan Penularan
‎Agen Penyebab: Bakteri Leptospira sp.
‎Sumber Utama: Urine hewan terinfeksi, terutama tikus got (Rattus norvegicus).
‎Media Penularan: Air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama saat musim hujan atau banjir.
‎Masuk ke Tubuh: Melalui kulit yang tidak utuh (luka), atau mukosa mata, hidung, dan mulut.

‎Gejala Leptospirosis
‎Gejala biasanya muncul dalam 2-30 hari (rata-rata 7-10 hari) setelah paparan.
‎Demam tinggi mendadak.
‎Sakit kepala berat.
‎Nyeri otot parah, khususnya pada betis.
‎Mata merah (konjungtiva suffusion).
‎Mual, muntah, atau diare.
‎Kuning pada kulit dan mata (ikterus).

‎Komplikasi dan Pengobatan
‎Leptospirosis berat, yang dikenal sebagai penyakit Weil, dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ.
‎Komplikasi: Sepsis, gagal ginjal, kerusakan hati, dan meningitis.
‎Pengobatan: Menggunakan antibiotik seperti doxycycline, amoxicillin, atau penicillin. Kasus berat memerlukan penanganan intensif di rumah sakit.

‎Pencegahan
‎Gunakan APD: Pakai sepatu boots dan sarung tangan saat beraktivitas di area rawan (banjir, sawah, selokan).
‎Menutup Luka: Tutup luka terbuka dengan plester kedap air.
‎Higienitas: Cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan lingkungan berisiko.
‎Pengendalian Tikus: Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk membasmi tikus.
‎Disinfeksi: Bersihkan area yang terkena banjir dengan disinfektan.
‎Dan yang terpenting kita harus selalu menjaga kebersihan diri serta lingkungan agar tidak mudah terpapar virus dari luar.