NUSANTARAMERDEKA,- Upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) terus diperkuat. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), pemerintah daerah kini mengembangkan pola penemuan kasus secara aktif melalui tracing TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Langkah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program TOSS TB atau Temukan, Obati Sampai Sembuh, yang menempatkan penemuan kasus sedini mungkin sebagai salah satu kunci dalam memutus mata rantai penularan TBC.
Integrasi tracing TB dengan CKG membuat pemeriksaan masyarakat dapat dilakukan secara lebih luas. Tidak hanya mengandalkan keluhan atau gejala yang dirasakan, petugas juga melakukan penapisan berdasarkan faktor risiko dan kriteria tertentu untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Salah satu fasilitas pendukung yang disediakan dalam kegiatan tersebut adalah Portable X-Ray, yakni perangkat rontgen dada yang dapat digunakan secara bergerak dan diberikan secara gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria pemeriksaan.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menjelaskan bahwa penguatan deteksi dini diperlukan agar kasus TBC dapat diketahui lebih cepat.
Menurutnya, penemuan kasus tidak seharusnya hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan. Pemeriksaan secara aktif diperlukan untuk menjangkau masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun mereka yang memenuhi kriteria skrining.
”Melalui tracing TB yang terintegrasi dengan CKG, skrining yang dilakukan menjadi lebih komprehensif. Tidak hanya melihat gejala awal, tetapi juga dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kriteria,” ujar dr. Daru saat diwawancarai wartawan, Senin (10/8/2026).
Penggunaan Portable X-Ray menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan penunjang.
Dengan perangkat tersebut, pemeriksaan rontgen dada tidak harus selalu dilakukan di fasilitas kesehatan yang mempunyai peralatan rontgen permanen. Pemeriksaan dapat dilakukan di lokasi kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan kriteria yang telah ditetapkan.
Kehadiran fasilitas tersebut dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat. Selain mengurangi hambatan akses, pemeriksaan yang dilakukan lebih dekat dengan lingkungan warga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Namun demikian, hasil skrining tidak secara otomatis menjadi diagnosis TBC.
Pemeriksaan menggunakan Portable X-Ray merupakan bagian dari proses penapisan. Apabila ditemukan indikasi tertentu, masyarakat akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan kesehatan.
Dengan kata lain, masyarakat yang menjalani skrining tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa dirinya menderita TBC hanya karena mendapatkan pemeriksaan rontgen.
Skrining merupakan tahapan awal untuk mengetahui apakah seseorang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pola tracing menjadi penting karena pendekatan penanggulangan TBC tidak hanya bersifat pasif.
Selama ini, masyarakat umumnya datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah merasakan gejala atau mengalami gangguan kesehatan. Melalui tracing, petugas dapat secara aktif melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang memiliki hubungan, paparan, atau faktor risiko tertentu.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menemukan kasus lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Semakin cepat seseorang yang terindikasi TBC ditemukan, semakin cepat pula proses pemeriksaan lanjutan dan pengobatan dapat dimulai apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit tersebut.
Dinkes Pacitan pun mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Warga yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC atau memiliki faktor risiko tertentu diharapkan segera memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia.
Program TOSS TB memiliki pesan yang lebih luas daripada sekadar menemukan penderita.
Sesuai dengan kepanjangannya, Temukan, Obati Sampai Sembuh, penanganan TBC harus dilakukan secara berkesinambungan sejak penemuan kasus hingga pasien menyelesaikan pengobatan.
Setelah seseorang dinyatakan membutuhkan pengobatan TBC, pasien harus menjalani terapi sesuai ketentuan medis dan mengikuti pengobatan hingga selesai.
Kepatuhan menjalani pengobatan menjadi faktor penting dalam proses penyembuhan. Selain membantu pasien mencapai kesembuhan, pengobatan yang dilakukan secara tepat dan tuntas juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
TOSS TB Pacitan Diperkuat sebagai Upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan Dalam Menangani Tuberkulosis

